RSS

Monthly Archives: August 2016

Slogan Perayaan HUT RI ke-71 “Indonesia Kerja Nyata” dan Kaitannya Dengan Pola Pikir Masyarakat Muda di Indonesia

logo2bhut2bri2bke-712btahun2b2016

Hello, blog! It’s been quite a long time since the last time I updated my own blog :3 (Not just quite a long time, it’s so loooong time ago, actually, hahaa~) Maaf ya blog, hari ini kayanya aku nyampah lagi disini, yah walaupun judul postingannya udah nyaingin judul thesis aja 😛 Jadi hari ini tuh lagi merefleksikan diri lagi nih, ceritanya aku sekarang khan udah jadi mahasiswa baru S2 yha (mabaaa~~ *abaikan*) di S2 Ilmu Linguistik Universitas Gadjah Mada ^^. Setelah satu tahun masa penantian, akhirnya lanjut S2 juga :”) Oh ya, bagi yang belum tahu aku itu dulu lulus dari prodi apa dan dari Universitas apa, aku itu lulus dari S1 Sastra Inggrisnya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tepat tanggal 30 Juni 2016. Cerita kenapa aku sampai telat setahun lanjut aku certain di lain kesempatan (kalo ada waktu) lagi aja ya ^^. Kebetulan sebentar lagi itu bertepatan dengan Perayaan HUT RI ke-71. Nah, slogan HUT RI tahun ini tuh “Indonesia Kerja Nyata” (setdah menohok banget terutama buat yang baru pada lulus sekolah-kuliah nih :3). Jadi, semenjak denger kata-kata “Indonesia Kerja Nyata” dari beberapa hari yang lalu, itu sambil kepikiran tentang mengeluhnya aku sama freelance jobsnya aku yang dibarengi dengan mulainya aktivitas perkuliahan (mulai serius).

 

Sebenarnya, akhir-akhir ini suka mengeluh dengan pekerjaan lepas yang beberapa bulan terakhir aku lakuin, sebut saja namanya tour guide. Saking galaunya sampai beberapa minggu terakhir jadi suka berkata kasar, dan ujung-ujungnya banyak yang salah paham, ahahahaa~~ Ya mungkin karena faktor dari awal orang tua kurang setuju dengan pekerjaan itu, atau karena tekanan dan bebannya juga, duitnya gak seberapa kalo onderdil motor kenapa-kenapa ya ngebaikinnya abis pake uang hasil guiding (bukan untung malah jadi buntung), denger kabar rekan sesama freelance tour guide yang kecelakaan, terus mikir karena aku anak tunggal kerja di medan yang sangat berbahaya gimana ntar kasian orang tua yang jauh di seberang lautan sana kepikiran muluk. Nah~ kegalauan akan menjadi all-out atau tidaknya dalam pekerjaan freelance tour guide itu diperkuat dengan pengaruh dari pekerjaan freelance lain yang baru-baru ini ditawarkan oleh salah seorang teman kuliah. Dia punya usaha translation gitu dan kalau dia butuh banget tambahan tenaga dia minta ke kita-kita ^^. Terus, setelah dari situ jadi bener-bener kepikiran nih. Emang sih dari beberapa tahun yang lalu bahkan sampai bulan puasa kemarin itu gak asing sama yang namanya translation, secara dulu KKN aku tuh kerjaan utamanya jadi translator dan kadang-kadang salah satu teman seperjuangan kuliah S1 dulu (sebut saja namanya Mike) kalau butuh tenaga tambahan untuk kerjaan translation ya suka ngajak aku juga bantuin jadi translator. Dari dulu tuh suka ngeluh sama translation, soalnya kalau translate2 gitu memerlukan waktu yang cukup banyak, kuota internet terkuras, uangnya gak seberapa, kerjaannya cuman didepan laptop mulu gak ada gerak-geraknya sama sekali, sedangkan aku tipe orang yang dari awal-awal kuliah itu suka banget ikut kegiatan yang kemana-mana. Tapi, ketika dihadapkan dengan realita saat ini, dibandingin kerjaan tour guide dengan translator, yang bikin gak terlalu capek, sudah pasti lebih aman karena gak seberbahaya bekerja di jalanan, waktunya bisa diatur sesuka hati (tanpa nabrak schedule lain yang lebih banyak melibatkan orang lain), hasilnya yang didapat lebih banyak, kok malah as a translator yha? *mikir*

 

Dulu waktu kuliah S1, bahkan setelah lulus S1, pemikiranku masih semi-semi maruk gitu, harus punya softskills di berbagai bidang, harus bisa menguasai berbagai bidang. Tapi, makin kesini, makin berpikir lagi kalau akan lebih baik untuk fokus pada satu bidang yang benar-benar bisa kita pertanggung-jawabkan dan kita pribadi akan lebih nyaman menjalani bidang itu. Ya memang, cita-citaku setelah lulus S2 nanti mau jadi seorang akademisi, seorang dosen. Dan ketika menjadi tour guide itu, kemampuan public speaking (terutama dalam Bahasa Inggris) seseorang itu akan diasah dan diuji. Dan jadi dosen pun sepatutnya memiliki kemampuan berbicara didepan publik yang baik. Namun, untuk saat ini sepertinya yang dirasa sesuai dengan ketersediaan dan fleksibilitas waktu baru menjadi freelance translator deh, atau freelance copy/content writer gitu. Ya memang ketika aku punya cukup banyak waktu luang seperti liburan semester gitu, aku akan balik lagi jadi freelance tour guide because, believe me, bekerja dengan banyak orang asing itu mengasyikkan ^^.

indonesiabaik-makna-logo-71th-hut-ri

Dengan kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini jadi bisa menyimpulkan:

  1. Jangan terlalu maruk, mulai kurangi kebiasaan maruk
  2. Kurangi beberapa kegiatan, biar cepat lulus biar kuota jadi dosen gak habis
  3. Kuasai setidaknya 1 atau 2 bahasa asing yang lain untuk mempersiapkan diri menghadapi globalisasi
  4. Meskipun lulusan Sastra Inggris/Kebahasaan itu memiliki lapangan pekerjaan yang cukup luas, namun untuk memilah yang cocok dengan diri pribadi itu 11-12 sama susahnya dengan memilah jodoh 😀

 

Terus apa dong relasinya antara judul postingan sama isi postingan? Kok setelah selesai baca postingan ini jadi ingin berkata “Fu*k!” “Sh*t!” “D*mn It!” “Iki sampah!” dan lain-lain dan lainnya lupa? #eh. Ya ada dong~ khan aku sebagai salah satu bagian dari generasi muda Indonesia jadi bisa merefleksikan diri dengan slogan HUT RI kali ini :3 *maksa banget yak! :D* Jarang-jarang khan ada yang merefleksikan diri dengan slogan HUT RI? #cieee

 

Ya begitulah, mungkin cukup sekian refleksi *curhat* saya kali ini mengenai kehidupan yang saya jalani, terutama yang dijalani akhir-akhir ini. Saya minta maaf sebesar-besarnya apabila dalam postingan kali ini ada salah kata dan menyinggung perasaan karena saya juga hanyalah manusia biasa~ *lalu nyanyi* Ya meskipun yang baru saya lalui hingga saat ini masih terbatas pekerjaan-pekerjaan lepas, bukan pekerjaan tetap *aku mah cuman remahan oreo dibandingin sama kakak-kakak, om, dan tante sekalian yang lebih berpengalaman :D* tapi saya juga bisa galau :3 Akhir kata, saya, mewakili segenap masyarakat muda Indonesia, mengucapkan Dirgahayu Indonesia! Selamat HUT RI ke-71! Semoga Negara Kita Semakin Jaya! Semangat Masyarakat Muda Indonesia!

 
Leave a comment

Posted by on August 16, 2016 in Uncategorized